13/04/12

senandung remaja



                                                  Slank 21-04-2009
Berlalu titik-titik kecil yg menyatu menjadi bulatan terang tentang sketsa lalu
Tangis..tawa..ceria dan hampa berlari-lari kecil sapa diri ini
Teringat Hari-hari itu, dimana  kekonyolan menjadi suatu kebanggan
kebodohan mejadi kejeniusan tak terbantahkan
aku bediri tegar
dan berteriak pelan ‘Akulah Penguasa
hmm..indah, terkecuali cinta atau mungkin obsesi tentang sebuah sentuhan
berdarah..penuh sayatan-sayatan luka seperti korban perang abadi Israel-palestina kukejar dirinya
tertutup semua logika, terkunci jendela-jendela hati yg jernih untuk berfikir bahwa dia hanya seorang wanita biasa
terlalu sempurna ungkapan senandung gerak-lakunya
sudahlah…takkan terhenti, takkan bertemu muara bila dia menjadi tema utama atau superhero dsetiap layar kaca
dengan terkantuk-kantuk pagi itu seperti sebuah mimpi…
siang kebrutalan terjadi..
dan sore pulang seakan-akan tlah menaklukan romawi
aku hanya seorang remaja biasa yg tinggal di lingkungan yg sederhana
hanya seorang remaja desa yg tak tahu arti apa-apa
lalu mengapa tiba-tiba meneriakan teriakan pelan tadi..aneh..fiktif?
subjektif teman..yg lalu hnya diriku yg tahu
menanti asa dalam fase hidup..terlewat tanpa sesuatu yg belum tergenggam pasti
kembali..masih tersenyum aku mengenang itu,
dalam kantuk2 bodoh kadang di kelas namun setelah terhirup aroma kantin
hm…aku hidup, bebas dalam aturan yang sederhana
bila aturan itu mendekat bersama algojonya, aku atau kami berlari, cari kemerdekaan yang lain
hhaha.. tertawa bersama dalam rentan waktu yang cukup lama dan akhirnya tersadar ketika terjemur di teriknya beranda sekolah
kalian yang pernah tegar..pernah menangis disisiku, tegaklah ke langit yang luas..
sampaikanlah kepada zeus betapa gagahnya kita dimasa sepatu kets putih abu-abu itu..
dan suatu saat nanti ketika cucu2mu tanyakan tentang sebuah masa di masa muda, tersenyumlah dengan bangga dan berikan air wajah bahwa kita pernah taklukan dunia kecil bersama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar