12/04/12

GiLa dan Dewa


Kemarin..kemarin semua yang terlewat
Dan dia mendelik lemah...balut jelita dalam nafas esok hari
Berdiri lantang tampakan mimik ambigu..dan skeptis sesaat malu akan dunia
yang sedikit aga melankolie atau memang tak berday
dan esok di kebun itu..sebuah imaji kita berdua,,bakukan indah menjadi titik titik yang tak terbantahkan
berbeda ataukah sama... ungkapan hutan-hutan suram tak terpedulikan, bercengkrama diantara semak-semak perdu, menyibak buih pantai di imaji yang berikutnya
suara-suara  aneh distorsi lelap..membingungkan, kamu disana yang mengukir dan aku disini mewarnai
sketsa-sketsa misteri  enggan ajak jawab yg masih nyaman meringkuk dipojokan
, di setiap mimpi hadir hilang karena teriakan
semua membiru sepertinya akan berakhir namun nyatanya masih lama
terjepit diantara arus lalu lintas bandung-tangerang yang memuakan
mengerucut menjadi kuning..ajak keluar semua perumpamaan
kadar kabut menjerit derita terkikis mesra oleh suasana
habislah sudah sebuah tanya tentang semu..yang jelas disana sudah tertawa..hanya menanti mengajaknya menari lagi
belum mau berhenti..dipertigaan kemudian bernyanyi..na..na..na
desah atau letup wanita muda berserakan di setiap sudut remang..untung saja bukan kau.
Abstraksi pelangi..inginkan itu ditengah malam
di antara jangkrik-jangkrik yang bermain teatrikal...
kebodohan tanpa lepas akan menjadi sesal...keberanian ditunjukan diantara para setan terkekeh ajak senang tanpa batas
lamunan menjadi kelam
ketenangan di rusak..
detak jantung semakin berdetak lebih kencang
lalu kalian para paradoks2 ganjil membuat barisan tanpa gentar
yang bernyawa menyembah dan mentuhankan logika kemudian rasa...
berpergian terlalu jauh..klise maaf terpampang gelisah tentang kematian
disaat iblis2 bertanduk berpaling aku pergi temui zeus menyuruhnya mati
sesumbar di atas langit..putaran teka teki tentang kehidupan abadi
temukan jalan keluar stelah beberapa tahun terkurung dingin..
kehangatan berlomba inginkan tubuh untuk terpeluk..
kemenangan yang dicari bukan ketakutan tanpa henti..
musnah kau biadab..! pergi dan hancurkan persepsi jiwa sinkronitas jiwaku...terbang melayang kepakan sayap dewa berhembus angin februari  tersebut mencari jalan keluar
dan koma stadium 5 dalam nafas nirwana atau seperti para bidadari Yang menari tanpa busana
aku gila dalam biru,,,humanis yg bergeser 2 langkah ke utara..bunuh duka pojok kelas redam ombak penantian sentuhan riang..sentuhan basahmu kasih
sanggupkah wajah2 dalam pilu membius kalian diantara subjektifitas para dewa??
ambiguitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar