GiLa dan Dewa
Kemarin..kemarin
semua yang terlewat
Dan dia
mendelik lemah...balut jelita dalam nafas esok hari
Berdiri
lantang tampakan mimik ambigu..dan skeptis sesaat malu akan dunia
yang
sedikit aga melankolie atau memang tak berday
dan
esok di kebun itu..sebuah imaji kita berdua,,bakukan indah menjadi titik titik
yang tak terbantahkan
berbeda
ataukah sama... ungkapan hutan-hutan suram tak terpedulikan, bercengkrama diantara
semak-semak perdu, menyibak buih pantai di imaji yang berikutnya
suara-suara aneh distorsi lelap..membingungkan, kamu
disana yang mengukir dan aku disini mewarnai
sketsa-sketsa
misteri enggan ajak jawab yg masih
nyaman meringkuk dipojokan
, di
setiap mimpi hadir hilang karena teriakan
semua
membiru sepertinya akan berakhir namun nyatanya masih lama
terjepit
diantara arus lalu lintas bandung-tangerang yang memuakan
mengerucut
menjadi kuning..ajak keluar semua perumpamaan
kadar
kabut menjerit derita terkikis mesra oleh suasana
habislah
sudah sebuah tanya tentang semu..yang jelas disana sudah tertawa..hanya menanti
mengajaknya menari lagi
belum
mau berhenti..dipertigaan kemudian bernyanyi..na..na..na
desah
atau letup wanita muda berserakan di setiap sudut remang..untung saja bukan kau.
Abstraksi
pelangi..inginkan itu ditengah malam
di
antara jangkrik-jangkrik yang bermain teatrikal...
kebodohan
tanpa lepas akan menjadi sesal...keberanian ditunjukan diantara para setan
terkekeh ajak senang tanpa batas
lamunan
menjadi kelam
ketenangan
di rusak..
detak
jantung semakin berdetak lebih kencang
lalu
kalian para paradoks2 ganjil membuat barisan tanpa gentar
yang
bernyawa menyembah dan mentuhankan logika kemudian rasa...
berpergian
terlalu jauh..klise maaf terpampang gelisah tentang kematian
disaat
iblis2 bertanduk berpaling aku pergi temui zeus menyuruhnya mati
sesumbar
di atas langit..putaran teka teki tentang kehidupan abadi
temukan
jalan keluar stelah beberapa tahun terkurung dingin..
kehangatan
berlomba inginkan tubuh untuk terpeluk..
kemenangan
yang dicari bukan ketakutan tanpa henti..
musnah
kau biadab..! pergi dan hancurkan persepsi jiwa sinkronitas jiwaku...terbang
melayang kepakan sayap dewa berhembus angin februari tersebut mencari jalan keluar
dan
koma stadium 5 dalam nafas nirwana atau seperti para bidadari Yang menari tanpa
busana
aku
gila dalam biru,,,humanis yg bergeser 2 langkah ke utara..bunuh duka pojok
kelas redam ombak penantian sentuhan riang..sentuhan basahmu kasih
sanggupkah
wajah2 dalam pilu membius kalian diantara subjektifitas para dewa??
ambiguitas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar