10/04/12

ironi lalu


Aku suka caramu tersenyum..
mempermainkan gurat itu hingga menjadi sesuatu yang kadang ku rindukan
kadang sendu..
kadang piLu..
tertawa di sudut..padahal hati menjerit karena sesuatu
dan sejenak tutup mata
andainya kita duduk di tepi pantai..Rasakan buih ketika menyentuh jari-jari lentikmu
rasakan dingin yang menjalar keseluruh tubuh
atau...
kau suka di tempat yang lebih tinggi?
mencoba damai...sepi...tenang..
namun,,ya tetap bersama denganku tentunya
'harapan busuk..'
 lepaskan ya Indah..
Bodoh!!! bila kau terus melihat belakang
'maaf ' terlalu Ironi Rasanya masa lalumu itu

Huft..dan kamu cantik
kamu bisa membuatku terhenti di satu titik
hmm...pesonamu di pagi hari
nyata..berharap diam seLamanya disini
hari yang terlewati..semua ironi yang menangis
didalam remang senandung dingin
engkau pun tersenyum berseringai tenang
kemudian bebisik....
'Bodoh kau ndri...'
aroma pantai tentu dengan buih putihnya sesaat menyadarkan
Dalam buaian mimpi2 diangkasa..
dalam khayalan duduk berdua
dan dalam keinginan hasratku yang menggebu 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar