ironi lalu
Aku suka caramu tersenyum..
mempermainkan gurat itu hingga menjadi sesuatu
yang kadang ku rindukan
tertawa di sudut..padahal hati menjerit karena
sesuatu
andainya kita duduk di tepi pantai..Rasakan buih ketika
menyentuh jari-jari lentikmu
rasakan dingin yang menjalar keseluruh tubuh
kau suka di tempat yang lebih tinggi?
mencoba damai...sepi...tenang..
namun,,ya tetap bersama denganku tentunya
Bodoh!!! bila kau terus melihat belakang
'maaf ' terlalu Ironi Rasanya masa lalumu itu
kamu bisa membuatku terhenti di satu titik
hmm...pesonamu di pagi hari
nyata..berharap diam seLamanya disini
hari yang terlewati..semua ironi yang menangis
didalam remang senandung dingin
engkau pun tersenyum berseringai tenang
aroma pantai tentu dengan buih putihnya sesaat menyadarkan
Dalam buaian mimpi2 diangkasa..
dalam khayalan duduk berdua
dan dalam keinginan hasratku yang menggebu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar