hilang dan rindu
Aku tertunduk lesu Di suatu pagi yang sudah tak
buta
Terkapar mimpiku tertinggal pergi
Aku mendelik tertahan letih yang sudah mencapai
puncaknya ketika tertidur dari kemarin
Angin tak membelai namun menyentuh pelan, usik egoisme untuk menghela
Dimana indah pagi itu ya tuhan.. bila sore lebih
bermakna..
Bermakna yang tak berpolos-polos bodoh tanpa
kantuk yang terus menggoda
Memandang sekitar suasana yang sama seperti
sebelumnya, dingin, sepi dan oh... kosong
Orang bodoh tersebar dimana-mana, abstraksi menambah
parah realitas kacau yang sudah terjadi
Tak menemukan tema mimpiku lari ke sisi perapian
dan tertunduk lesu disana, seperti titik klimaks 2 aroma yg bersenggama di kasa
yg kotor
Kemanakah kau cinta bila engkau ku rindukan untuk
tertawa..
untuk saling bercerita tentang harapan gila atau
sekedar saling memandang tanpa kata
Fikirkan bayangan setapak yg akan tersusur,
bayangkan itu bayangkan terus dan entahlah si hasrat merajai dunia dengan
lucunya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar