10/04/12

hilang dan rindu


Aku tertunduk lesu Di suatu pagi yang sudah tak buta
Terkapar mimpiku tertinggal pergi
Aku mendelik tertahan letih yang sudah mencapai puncaknya ketika tertidur dari kemarin
Angin tak membelai namun menyentuh pelan, usik egoisme untuk menghela
Dimana indah pagi itu ya tuhan.. bila sore lebih bermakna..
Bermakna yang tak berpolos-polos bodoh tanpa kantuk yang terus menggoda
Memandang sekitar suasana yang sama seperti sebelumnya, dingin, sepi dan oh... kosong
Orang bodoh tersebar dimana-mana, abstraksi menambah parah realitas kacau yang sudah terjadi
Tak menemukan tema mimpiku lari ke sisi perapian dan tertunduk lesu disana, seperti titik klimaks 2 aroma yg bersenggama di kasa yg kotor
Kemanakah kau cinta bila engkau ku rindukan untuk tertawa..
untuk saling bercerita tentang harapan gila atau sekedar saling memandang tanpa kata
Fikirkan bayangan setapak yg akan tersusur, bayangkan itu bayangkan terus dan entahlah si hasrat merajai dunia dengan lucunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar