Dalam nuansa lelap kebingungan semakin tergletak lembutEngkau yang pernah baik padaku dalam sebuah arus ketidaknyamananSanggupkah pandangku lagi ketika bertemu?Aku disini..selalu disini, menantang dewa dengan gagahnya
hempaskan ombak dengan 1 hentakan dan seperti dahulu, selalu tertawa dalam tekanan terberat walau semua menggapnya tak mungkinLalu..? kau bertanya dengan polosnya
ya itu aku...itu aku untukmu sayang, menjadi serigala terakhir dalam hidup survive bebas dan jenaka..dan kau sang wanitanya
terlalu berlebihankah cinta?
seperti nuansa biru bersandingkan sunset di sebuah bukit klise ketika dengan tenangnya aku perbincangkan itu dengan setan bertandukUngkapan..ungkapan dan ungkapan, terkadang lelah dengan semua,
bersinar lembayung di ufuk sana terkena sedikit sinarnya dan sungguh aku ingin rasakan itu bersamamu dan bibirku basah lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar