datanglah asmara
Ambiguitas dalam pekat...
akupun menari bersama rimbunnya fikiran, tentang naskah lama yg kuambil di pojokan lemari, tentang dia..atau cinta yang
masih imaji
Kemerdekaan hati belum tercapai penuh..
Hanya bisa nikmati subektifitas sendiri tanpa atau dengan mereka
Khayal yang manis saling berkejaran.. camar-camar pantai yang masih terjebak di tembok kotor, sekedar sensasi tanpa
stimulus baku mencengkram jingga siluetnya kuberikan untukmu
Terbata-bata langkahkan kaki..berat pada beberapa persepsi dan Tinggalkan
sedikit bekas pada hati
Lalu sekali ini aku melihat karya surga dari mata seorang hawa
Ia datang membawa ketulusan namun disisi neraka aku mencoba tak peduli
Lirikan pandang untuknya dan entah mengapa aku selalu saja kalah..
Laksana pagi yang datang tak pernah tahu etika, sebentar lagi akan
datang aroma itu
Suatu kebebasan yang tak terkira karena diam sepertinya tak selalu
menyenangkan
Tersebar remang suasana menunggu jelita
Kapankah kau akan datang asmara?
Mengetuk pintu itu dan biarkan diriku melayang lagi dalam sirkus api
yang mempesona
Tidak ada komentar:
Posting Komentar