Suatu perasaan dimana aku
berdiri,,kemudian terduduk bermandikan cahaya lampu menyatu dengan sendiriku
jika aku tenggelam dalam harap
kesunyian...tolonglah subjektifitas kecil bantu aku berdiri dan
menari
ketidakpastian hanya
segelintir masalah yang datang seperti kentut..bau dan tersembunyi
dalam nafas hari ini aku merasa sedang berbaur indah tak
terawasi..
dalam kerlap-kerlip terang
rutinitas dunia..kewajaran yg hakiki, sederhana namun kunikmati
idea jingga plato seperti meringis di ujung hampa.. dengan
kabut tipisnya memanggil jiwa-jiwa kelabu berjanji memberi pasti.. namun
entahlah rasaku hanya bulatan omong kosong
engkau lelap datanglah dengan
kesungguhan.. bawalah aku melintasi padang kesempurnaan dan tertidur dalam
pangkuan dewi-dewi surga lalu terbangun di sebuah tempat yang
bertuliskan Taman Firdaus
engkau lelap...temaramlah dengan
biru,, buat mesra sang suasana dan jauhkan peluang asumsi duka yg terus-menerus
beropini ria di sekeliling pekarangan rumah
dan akhirnya lelap...dekaplah aku
dengan aroma martinimu atau semerbak violet bunga-bunga hutan tak
terpedulikan.. tertidur hingga semua pantai,, dengan biru harap gilaku
mendominasi segalanya
harapan-harapan pilu yang menggelitik,,
terpatri membentuk kesadaran yang patut di pertanyakan
sesaat dingin buih menyadarkan...
dengan dingin yang menjalar
keseluruh tubuh
dengan dingin yang mengibas pasir
ketika goreskan sebuah nama tentang sebuah kisah yang lalu.
membunuh senyum yang sudah
terlalu lama..baunya busuk hirupku bosan selalu diam
menikam sastra pujangga gila dengan
romantisme berbeda
![]() |
| Add caption |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar