07/05/12

Aroma Biru


Suatu perasaan dimana aku berdiri,,kemudian terduduk bermandikan cahaya lampu menyatu dengan sendiriku
jika aku tenggelam dalam harap kesunyian...tolonglah subjektifitas kecil bantu aku berdiri dan menari
 ketidakpastian hanya segelintir masalah yang datang seperti kentut..bau dan tersembunyi
 dalam nafas hari ini aku merasa sedang berbaur indah tak terawasi..
dalam kerlap-kerlip terang rutinitas dunia..kewajaran yg hakiki, sederhana namun kunikmati 
 idea jingga plato seperti meringis di ujung hampa.. dengan kabut tipisnya memanggil jiwa-jiwa kelabu berjanji memberi pasti.. namun entahlah rasaku hanya bulatan omong kosong

engkau lelap datanglah dengan kesungguhan.. bawalah aku melintasi padang kesempurnaan dan tertidur dalam pangkuan  dewi-dewi surga lalu terbangun di sebuah tempat yang bertuliskan Taman Firdaus

engkau lelap...temaramlah dengan biru,, buat mesra sang suasana dan jauhkan peluang asumsi duka yg terus-menerus beropini ria di sekeliling pekarangan rumah

dan akhirnya lelap...dekaplah aku dengan aroma martinimu atau  semerbak violet bunga-bunga hutan tak terpedulikan.. tertidur hingga semua pantai,, dengan biru harap gilaku mendominasi segalanya
  
harapan-harapan pilu yang menggelitik,, terpatri membentuk kesadaran yang patut di pertanyakan
sesaat dingin buih menyadarkan...
dengan dingin yang menjalar keseluruh tubuh
dengan dingin yang mengibas pasir ketika goreskan sebuah nama tentang sebuah kisah yang lalu.
membunuh senyum yang sudah terlalu lama..baunya busuk hirupku bosan selalu diam
menikam sastra pujangga gila dengan romantisme berbeda
Add caption

Tidak ada komentar:

Posting Komentar