19/02/12

Diamku Yang Manis

Add caption
Untuk apa aku sekarang berdiri disini?
Di padang yg luas dan anginnya kencang...
Ungkapan jingga keluar dengan sendirinya
berlalu cahaya-cahaya samar ketidakpastian di atas kepala
Seperti aliran sungai zeus padahal tetap terhenti pada bait yg sama..
Pengalaman yang bersumber dari sebuah senyuman atau tangisan terkadang sangat bermakna
entah dinikmati di kedai kopi dengan senyum-senyum  hangat disekitar seperti  gehu yg di sajikan..
Mendelik si kopastur sangar memelototi dan berkata “wahai kisana..sedang apa kau di sini?’
Jerit kebingungan berpernak-pernik asap yg mutlak warnanya putih..unggah kelabu ke dalam fikiran setiap jiwa yang memperhatikan..
Beribu subjektifitas menari bersama alunan 2 ketukan reggae,
goyangkan kepala kekiri dan kekanan dengan seimbang...
sambil menyisipkan sedikit sanggahan dalam nyanyian ‘peduli ah..’
Tuhan?? Apakah saat ini kau melihatku dengan tersenyum atau memandang sinis?
Padang liar ini membuatku bingung..dan angin kencang ini terbangkan debu belai semangatku untuk berhenti...
Jari-jari seseorang jelajahi tubuh dengan  sembarang..
Para bidadari disana pun telanjangi diri dan masuk ke dalam diamku yang manis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar